LEMBAR
PENGESAHAN
Laporan
lengkap praktikum biologi dasar dengan judul pengenalan dan penggunaan
mikroskop, disusun oleh :
Nama :
Risnawati
Nim :
1312041009
Kelompok : V
Kelas :
pendidikan fisika
Telah
diperiksa/dikoreksi oleh asisten/koordinator asisten dan dinyatakan diterima
Makassar, November 2013
Koordinator
asisten Asisten
(Adi
putra rahman) (Anggra alfian)
Nim
: 091414021 Nim
: 101404007
Mengetahui :
Dosen penanggung jawab
(Sitti saenab,S.pd M.pd)
Nip : 1981 0302 2009 12 2 003
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Biologi adalah ilmu alam yang
mempelajari kehidupan dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi,
pertumbuhan, evolusi, persebaran dan taksonominya. Ilmu biologi modern sangat
luas dan elektrik, serta terdiri dari berbagai macam cabang dan subdisiplin.
Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur
semua penelitian , sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi biasanya
mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar
pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yamg mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, organisme diyakini
bertahan dengan mengonsumsi dan mengubah energy serta dengan meregulasi keadaan
dalamnya agar tetap stabil dan vital. Subdisiplin biologi didefinisikan
berdasarkan skala organisme yang dipelajari, jenis organisme yang dipelajari,
dan metode yang digunakan untuk mempelajarinya salah satunya adalah biologi seluler meneliti satuan dasar semua
kehidupan yaitu sel.
Panca indera manusia memiliki kemampuan
daya pisah yang terbatas, karena itu dibutuhkan alat bantu untuk mengamati
benda-benda yang ukurannya kecil atau mikroskopis. Salah satu alat yang
digunakan untuk mengamati benda-benda yang ukurannya mikroskopis disebut
mikroskop. Mikroskop berasal dari kata micro : kecil dan scopium : penglihatan.
Jadi mikroskop adalah sebuah alat untuk mengamati benda-benda yang mempunyai
ukuran kecil. Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan daya pisah seseorang,
sehingga memungkinkan untuk dapat mengamati obyek yang sangat halus. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam
kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan
jelas benda-benda yang ukurannya mikropis. Karena mikroskop ini mempunyai lensa-lensa
yang mampu memperbesar benda tersebut.
Perkembangan ilmu pengetahuan terutama
pada cabang mikrobiologi yang khusus mempelajari objek atau organisme dengan
ukuran yang tak terdeteksi mata telanjamg atau mata normal metuntut kita untuk
mampu menggunakan mikroskop. Berkenaan dengan hal tersebut diadakan percobaan
yang bertujuan untuk menjadikan mahasiswa terampil dalam menggunakan mikroskop
biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana dengan mengamati
struktur jaringan pada daun kembang sepatu (Hibiscus
rosasinensis).
B.
Tujuan
praktikum
Menjadikan
mahasiswa terampil dalam menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman
untuk melihat sediaan sederhana.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Mikroskop merupakan sebuah alat untuk
melihat obyek atau benda-benda yang terlalu kecil sehingga tidak dapat dilihat
oleh mata telanjang. Kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah dilihat
dengan mata. Mikroskop ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek, dimana sebelumnya
sudah ada Robert Hook dan Marcello Malphgi yang mengadakan penelitian melalui
lensa yang sederhana. Lalu Antony Van Leuwenhoek mengembangkan lensa sederhana
itu menjadi lebih kompleks agar dapat mengamati protozoa, bakteri dan berbagai
makhluk kecil lainnya. Setelah itu, pada
sekitar tahun 1600, Hanz dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang dikenal
dengan mikroskop ganda yang lebih baik daripada mikroskop yang dibuat oleh
Antony Van Leuwenhoek. Mikroskop berasal dari dua buah kata yaitu mikro yang
artinya kecil dan dari kata scopium yang artinya adalah penglihatan. Mikroskop
adalah suatu alat yang berada didalam laboratorium yang memberikan bayangan
dari benda yang diperbesar hingga ukuran tertentu hingga dapat dilihat dengan
mata. (Elok Nur Faiqoh : 2013).
Mikroskop merupakan salah satu alat penting
dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati
dengan jelas benda-benda yang ukurannya mikropis. Karena mikroskop ini mempunyai lensa-lensa
yang mampu memperbesar benda tersebut. Pembesaran benda yang diamati
menggunakan mikroskop adalah
pembesaran dari lensa okuler x pembesaran dari lensa objektif. Misalnya, bila diamati menggunakan lensa okuler 10 x dan lensa
objektif 10 x maka benda yang diamati diperbesar 10 x 10 = 100 x. Mikroskop berasal dari bahasa
Yunani, yaitu mikro: kecil dan skopos
= tujuan yang dapat. Jadi dapat diartikan sebagai bahwa mikroskop
adalah alat optik yang memiliki tujuan untuk mengamati objek yang berukuran kecil atau mikro.
Ada dua jenis
mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua
dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo).
Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop
cahaya dan mikroskop elektron. sedangkan berdasarkan sistem pencahayaannya
mikroskop menjadi dua yaitu miktroskop optik dan mikroskop non optik. (Wulan
handika : 2013)
A.
Mikroskop
Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai
kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil.
Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa
okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua
ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa
tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat
tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di
bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat.
Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek
dan lensa-lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop
konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan
dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor.
Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop
modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari. Lensa
obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan
struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir.
Nilai apertura
adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah
spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua
benda yang terpisah. Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di
bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi
untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Lensa
kondensor, berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang
akan difokus, sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal, dua benda akan
tampak menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop
kurang baik.
Mikroskop adalah
alat optik untuk mengamati benda- benda yang sangat kecil, misalnya rambut,
bakteri, dan selsehingga tampak jelas. Mikroskop sederhana terdiri daridua buah
lensa positif (cembung). Lensa positif yang berdekatan dengan mata disebut
lensa okuler. Lensa ini berfungsi sebagai lup. Lensa positif yang berdekatan
dengan bendadisebut lensa objektif.Jarak titik api lensa objektiflebih kecil
dari padajarak titik api lensa okuler. Bayangan yang dihasilkan bersifat nyata,
diperbesar, dan terbalik. Bayangan ini akan menjadi bendabagi lensa okuler.
Sifat bayangan
yang yang dihasilkan lensa okulerini adalah maya, diperbesar, dan terbalik dari
pertama. Bayangn ini merupakan bayangan akhir dari mikroskop yang kita lihat.
Perkembangan Mikroskop Suatu objek yang diamati di bawah mikroskopdapat
diabadikan dengan kamera. Biaasanya mikroskop majemuk yang mempunyai dua lensa
okuler dilengkapiengan bagian lensa untuk kamera. Teknologi hasil karya manusia
setiap waktu selalu mengalami perkembangan. sedangkan teknologi mikroskop
elektron dapat menghasilakn perbesaran hingga 1.000.000 kali.
Mikroskop cahaya
dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan
dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan
pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk
mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk
mengamati bagian dalam sel. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang
dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang
umumnya digunakan pelajar) yang hanya mampu memperbesar benda dari sekitar
100-1000 kali, dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase
kontras, nomarski dic dan konfokal) struktur mikroskop ada dua bagian utama
yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu: Bagian optik, yang terdiri dari
kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler. Bagian non-optik, yang terdiri
dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar halus dan kasar,
penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.pembesaran tujuan mikroskop cahaya dan
elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar.
Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik fokus kedua lensa(
objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif
terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn).
Rumus:
sifat bayangan baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar ( Anonim :2013 ).
Berdasarkan
sistem pencahayaannya mikroskop dibagi menjadi dua yaitu mikroskop optikdan
mikroskop bukan optik.
a. Mikroskop optik, yaitu mikroskop yang proses perbesaran
benda menggunakan cahaya biasa (cahaya tampak). Jenis- jenis mikroskop optik
antara lain mikroskop majemuk, mikroskop binokuler (dua lensa okuler),
mikroskop binokuler stereoskopi yang menghasilkan gambar 3 dimensi, dan
mikroskop ultraviolet.
b. Mikroskop bukan optik, yaitu mikroskop yang memperbesar
benda dengan bantuan radiasi panjang gelombang sinar pendek.
B.
Mikroskop
Stereo
Mikroskop stereo
merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan
untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali. Komponen utama
mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop
cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif.
Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang
ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk
tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga
obyek yang tebal dapat diamati (Anonim : 20013)
Perbesaran
lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom
dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek
maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada
daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan
transformator. Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai mikroskop,
sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus (Anonim : 2013).
Cara
pencahayaan terhadap benda objek pada mikroskop yang memepergunakan dua lensa
objektif (stereo) bebeda debgab cara pebcahayaan pada mikroskop-mikroskop yang
menggunakan satu lensa objektif. Pada mikroskop yang mempergunakan satu lensa objektif pencahayaan terhadap objek
dilakukan dengan cra transmisi. Artinya cahaya ditembuskan atau dilewatkan pada
benda objek. Cara ini hanya bisa dilakukan khusus untuk benda-benda objek yang
tembus cahaya (transparan). Oleh karena itu benda-benda objek yang tebal harus
disayat tipis hingga dapat ditembus cahaya. Sedangakan benda-benda objek yang
tidak tembus cahaya atau tebal tidak bisa diamati dengan mikroskop demikian.
(Drs. Nono Sutarno : 2001).
Pada mikroskop
stereo pencahyaan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara transmisi
(transmitted illumination) dan refleksi (reflected illumination). Sedangkan
untuk pencahayaan benda objek yang tidak tembus cahaya atau tebal dilakukan
secar reflleksi. Pencahayaan demikian dilakukan dengan cara menyadari benda
objek dari bagian atas atau samping sehingga benda tampak bersinar. Dengan
pencahayaan demikian bayangan lekukan-lekukan atau garis-garis bemda objek akan
terlihat meruang pada kedua lensa okuler. Karena pencahayaan dapat dilakukan
dengan cara transmisi dan refleksi maka penggunaan mikroskop sangat luas.
Berbagai benda objek yang transparan atau tidak,cair atau padat tipis atau
tebal dapat diamati dengan menggunakan mikroskop stereo (Drs. Nono Sutarno : 2001).
Keuntungan
dengan menggunakan mikroskop stereo kontur dan profil benda akan terlihat
dengan jelas sehingga berbentuk tiga dimensi dan tidak terbalik. Peneliti dapat
melakukan pengmatan sambil menggerak-gerakkan atau memutar benda objek. Dengan
demikian peneliti dapat mengamati benda objek dari berbagai sisi. Karena sifat
bayangan yang terbentuk, mikroskop stereo sangat membantu dalam proses
pembedahan spesimen. Sehingga peneliti dapat melakukan pembedahan smbil
mengamati secara teliti. Oleh karena itu mikroskop stereo sering juga disebut
mikroskop bedah (Drs. Nono Sutarno : 2001).
Seperti halnya
dengan jenis mikroskop lainnya, mikroskop stereo juga berkembang dari yang
sederhana hingga yang lebih lengkap. Pada awalnya mikroskop stereo menggunakan
pencahayaan dengan bantuan sinar matahari atau sinar lampu. Sinar untuk
transmisi (ditembuskan pada benda) diterima dan dipantulkan ke benda objek
dengan menggunakan cermin yang ada dibagian atas. Sedangkan sinar untuk
refleksi langsung mengenai benda objek. Oleh karena itu dengan menggunakan
mikroskop stereo yang sederhana harus dilakukan ditempat yang terang.
Perkembangan lebih lanjut dari mikroskop stereo menuntut keleluasaan dalam
penggunaan sehingga dapat dipergunakan di berbagai tempat. Oleh karena itu saat
ini banyak banyak mikroskop stereo yang dilengkapi dengan sumber pencahayaan
sendiri untuk transmisi, refleksi atau keduanya. (Drs. Nono Sutarno : 2001).
C. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta
kali, yang menggunakan elektro
statik dan elektro
magnetik untuk
mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran
objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya. Sebagai gambaran mengenai
mikroskop elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini (Anonim : 2013)
Mikroskop
elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai
pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop
elektron scanning (SEM)
dan mikroskop elektron transmisi (TEM).
SEM digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur renik
lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan untuk
mengamati struktur detil internal sel Jenis-jenis mikroskop elektro,
adalah dijelaskan sebagai berikut:
a.
Mikroskop transmisi elektron (TEM)
Mikroskop transmisi elektron
(Transmission electron microscope-TEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang
cara kerjanya mirip dengan cara kerja proyektor
slide, di mana
elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil
tembusannya pada layar sel;
b. Mikroskop
pemindai transmisi elektron (STEM)
Mikroskop pemindai transmisi
elektron (STEM)adalah merupakan salah satu tipe yang merupakan hasil
pengembangan dari mikroskop transmisi elektron (TEM). Pada sistem STEM ini,
electron menembus spesimen namun sebagaimana halnya dengan cara kerja SEM
membentuk gambar seperti yang dihasilkan oleh CRT pada televisi / monitor;
c. Mikroskop
pemindai elektron (SEM)
Mikroskop pemindai elektron (SEM)
yang digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur jasad renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi. Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung, yaitu lensa
obyektif (tetap/tidak dapat digeser) dan okuler atau dapat digeser, dan
berfungsi sebagai lup. (Anonim : 2013)
Pada mikroskop elektron bayangan akhir
mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar.
Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf a di bawah
mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf a yang terbalik dan diperbesar. (Anonim
: 2013)
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu
dan tempat
Praktikum
ini dilaksanakan pada
Hari/tanggal : Senin, 18 November
2013
Waktu
: pukul
14.00 – 15.15 WITA
Tempat : Laboratorium
Biologi (green house) Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar.
B.
Alat dan bahan
1. Alat
yang disediakan oleh laboratorium :
a. 1
buah mikroskop biologi
b. 1
buah kaca preparat
2. Alat
yang disediakan oleh praktikan :
a. 1 buah pinset
b. 1 buah silet
c. 1 buah lab halus
d. Alat
tulis menulis
3. Adapun
bahan yang digunakan adalah :
Daun
kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
C. Prosedur
kerja
1. Menyiapkan
mikroskop
a. Meletakkan
mikroskop diatas meja kerja sekitar satu telapak tangan dari sisi meja;
b. Membersihkan
badan mikroskop dengan lap yang telah disediakan;
c. Membersihkan
kaca preparat yang akan digunakan;
2. Mengatur
masuknya cahaya
a. Memperhatikan
keadaan ruang praktikum, darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari
depan, kri, atau kanan). Mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya
tersebut. Membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang.
Mikroskop tanpa kondensor diatur posisinya mendekati meja sediaan dan
menggunakan cermin cekung.
b. Mengatur
posisi revolver sehungga lensa objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan
sampai bunyi klik;
c. Menurunkan
tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun
maksimal;
d. Meneropong
lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan, maka nampak medan bundar
putih. ketika terangnya tidak merata;
menggerakkan sedikit cermin sampai terangnya merata. Ketika silau, mempersempit
diafragma atau lubang pada lempeng. Saat medan pandang masih kabur, membuka
diafragma dan menggunakan lubang lebih besar pada lempeng;
3. Membuat
preparat sederhana
a. Mengambil
kaca benda yang telah dibersihkan, memegang serata mungkin;
b. Mengiris
daun kembang sepatu (Hibiscus
rosasinensis) setipis mungkin;
c. Melatakkan
irisan daun tersebut diatas kaca preparat dengan menggunakan pinset;
d. Memasang
preparat yang telah dibuat pada meja preparat dan menjepitnya dengan penjepit
preparat;
4. Cara
mengatur jarak lensa dengan sediaan
a. Memutar
pengatur kasar atau makrometer kearah empu jari, tubus turun, jarak objektif
dengan meja sediaan mengecil.
b. Memperhatikan
jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm. jika jarak itu besar,
putar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung
objektif mendekati kaca benda sampai maksimum
5-10 mm;
c. Meneropong
lewat okuler sambil tangan memutar makrometer dengan menaikkan tubus
perlahan-lahan. Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan.
d. Memeriksa
pembesaran bayangan pada okuler dan objektif;
e. Preparat
dikeluarkan setelah melakukan pengamatan.
5. Mengamati
perbesaran
a. Mengamati
bayangan yang nampak pada kaca preparat tanpa menyentuh posisi preparat atau
tubus;
b. Memutar
sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus
pada meja sediaan sampai terdengar bunyi klik;
c. Meneropong
sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan
yang diamati;
d. Jika
gagal menemukan bayangan yang lebih besar, menaikkan tubus dengan memutar
makrometer berlawanan arah empu jari. Putar kembali revolver untuk mendapatkan
posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula;
e. Pada
akhir kegiatan, dilakukan hal-hal berikut :
1) Mengeluarkan
kaca preparat dari meja preparat;
2) Membersihkan
badan mikroskop degan kain, menurunkan tubus serendah mungkin;
3) Membersihkan
semua peralatan yang telah dipakai dengan lap;
4) Mengembalikan
mikroskop, dan menyimpan sendiri peralatan yang dibawa untuk kegiatan
berikutnya;
5) Membuang
sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A. Hasil pengamatan
Gambar
|
Keterangan
|
a.
Mikroskop
|
1.
lensa okuler
2.
tabung mikroskop
3.
lensa objektif
4.
kondensor
5.
diafragma
6.
cermin
7.
kaki mikroskop
8.
sendi inklinasi
9.
pegangan sediaan
10.
meja preparat
11.
lengan mikroskop
12.
sekrup pengarah halus
13.
sekrup pengarah kasar
|
b.
hasil pengamatan
Hibiscus
rosasinensis
(Daun kembang
sepatu)
|
|
B.
Pembahasan
1. Mikroskop
merupakan sebuah alat untuk melihat obyek atau benda-benda yang terlalu kecil
dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Kata mikroskopik berarti sangat
kecil, tidak mudah dilihat dengan mata. Mikroskop ditemukan oleh Antony Van
Leuwenhoek, dimana sebelumnya sudah ada Robert Hook dan Marcello Malphgi yang
mengadakan penelitian melalui lensa yang sederhana.
a. Bagian-bagian
mikroskop
1) Lensa okuler, yaitu lensa yang dekat
dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak,
dan diperbesar dari lensa objektif.
2) Lensa objektif, lensa ini berada
dekat pada objek yang di amati,lensa ini membentuk bayangan nyata,
terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan
perbesaran lensa objektif.
3) Tabung mikroskop (tubus), tabung ini
berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa
okuler.
4) Makrometer (pemutar kasar),
makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
5) Mickometer (pemutar halus), pengatur
ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan
bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
6) Revolver, berfungsi untuk mengatur
perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
7) Reflektor, terdiri dari dua jenis
cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk
memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di
meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di
butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung
karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
8) Diafragma, berfungsi untuk mengatur
banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
9) Kondensor, berfungsi untuk
mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik
turunkan.
10) Meja mikroskop, berfungsi sebagai
tempat meletakkan objek yang akan di amati.
11) Penjept kaca, penjepit ini berfungsi
untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
12) Lengan mikroskop, berfungsi sebagai
pegangang pada mikroskop.
13) Kaki mikroskop, berfungsi untuk
menyangga atau menopang mikroskop.
14) Sendi inklinasi (pengatur susut),
untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop
b.
Cara menggunakan mikroskop
Hal yang pertama dilakukan ketika hendak
melakukan penelitian menggunakan mikroskop adalah mengambil mikroskop dengan
cara memegang pegangan mikroskop menggunakan tangan yang paling kuat, dan
tangan yang satunya menyangga mikroskop tepat dibawah kaki mikroskop.
Selanjutnya meletakkan mikroskop diatas meja kerja dengan jarak sekitar satu
telapak tangan dari sisi meja. setelah itu, mikroskop diarahkan kesumber cahaya
lalu memutar revolver pada perbesaran yang terkecil sampi terdengar bunyi klik.
Kemudian mencari sinar dengan cermin yang berada dibawah meja kerja, jika
penelitian dilakukan ditempat yang terang maka digunakan bagian cermin yang
datar, sebaliknya jika penelitian dilakukan diruangan yang kurang cahaya maka
digunakan cermin yang cekung. Setelah itu, meneropong pada lensa okuler dan
akan tampak bayangan putih bersih, hal ini menunjukkan bahwa mikroskop sudah
siap digunakan untuk mengamati banda yang menjadi objek penelitian.
Langkah selanjutnya adalah membuat
preparat yang akan diamati. Preparat yang diamati dalam penelitian ini adalah
daun kembang sepatu (hibiscus
rosasinensis). Hal pertama yang dilakukan dalam pembuatan preparat adalah
membuat irisan daun setipis mungkin. Setelah itu, irisan daun tersebut
diletakkan pada kaca preparat yang telah dibersihkan terlebih dahulu
menggunakan pinset. Kemudian meletakkan kaca preparat pada meja preparat lalu
menjepitnya menggunakan penjepit preparat. Setelah posisi preparat telah berada
tepat dibawah lensa objektif, maka penelitan telah siap dilakukan.
Setelah semua persiapan telah dilakukan
maka langkah selanjutnya adalah mengamati preparat. Dalam pengamatan ini,
langkah pertama dilakukan adalah mengamati bayangan yang nampak pada kaca
preparat tanpa menyentuh posisi preparat atu tubus, lalu memutar sedemikian
rupa lensa objektif mulai dari lensa objektif yamg paling kecil sampai
terdengar bunyi klik, kemudian meneropong sambil memutar mikrometer sampai
muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan yang diamati. Jika pada lensa
objektif yang terkecil tidak muncul bayangan yang lebih besar, selanjutnya
menaikkan tubus dengan memutar makrometer keatas, lalu memutar kembali revolver
untuk mendapatkan posisi lensa objektif terbesar. Setelah selesai melakukan
pengamatan,maka langkah terakhir yang dilakukan adalah membuka kaca preparat
dari meja preparat lalu membersihkannya kemudian mengembalikan mikroskop kepada
laboran.
c.
Prinsip kerja mikroskop
1)
Cara mengangkat mikroskop yakni memegang
pegangan mikroskop dengan tangan yang paling kuat, sementara tangan yang
satunya menyangga mikroskop tepat dibawah kaki mikrosop.
2)
Cara meletakkan mikroskop yakni
diletakkan dengan perlahan-lahan pada jarak sekitar satu telapak tangan dari
sisi meja kerja.
3)
Cara mengatur cahaya pada mikroskop
yakni mengarahkan cermin yang terdapat dibawah meja preparat kearah datangnya
cahaya, dan menggunakan cermin cekung jika cahaya pada ruang penelitian agak
kurang, sebaliknya jika cahaya pada ruang penelitian sudah cukup, maka
digunakan cermin yang datar.
4)
Cara pengambilan bayangan pada mikroskop
yakni dimulai pada lensa objektif dengan perbesaran terkecil, kemudian mengatur
sedemikian rupa makrometer maupun mikrometer sampai diperoleh bayangan benda
yang diamati sesuai dengan yang diinginkan, jika pada perbesran terkecil, belum
bisa terlihat bayangan sesuai yang diharapakan maka gunakan perbesaran yang
kedua sampai perbesaran yang terbesar.
2. Hasil
pengamatan
Dari hasil pengamatan menggunakan
mikroskop biologi diperoleh bayangan pada perbesaran 4 x 10. Preparat yang
diamati adalah irisan daun kembang sepatu (Hibiscus
rosasinensis), tanaman semak suku Malvaceae. melalui mikroskop biologi
dengan perbesaran objektif terkecil nampak bagian jaringan pada daun berbentuk
bulatan-bulatan kecil. Pencahayaan dalam proses pengambilan bayangan tersebut
dilakukan dengan mengarahkan cermin pada arah cahaya matahari, dengan
menggunakan cermin cekung. Pada hasil pengamatan ditampilkan gambar hasil
pengamatan pada perbesaran 4 x 10, hal ini dikarenakan pada saat proses
pengamatan, pada perbesaran yang lebih besar bayangan yang kurang jelas.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa ;
1. Mikroskop merupakan alat optik yang
digunakan untuk mengamati atau melihat benda-benda yang berukuran kecil dan
tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.
2. Bagian-bagian mikroskop terdiri dari :
lensa okuler, lensa objektif, tabung mikroskop (tabung), makrometer (pemutar
kasar), mikrometer (pemutar halus), revolver, reflektor, diafragma, kondensor,
meja mikroskop, penjepit kaca, lengan mikroskop, kaki mikroskop dan sendi
inklinasi.
3. Cara menggunakan mikroskop yang baik
dimulai dengan mengangkat mikroskop menggunakan tangan yang paling kuat
kemudian tangan yang satunya menahan mikroskop tepat dibawah kaki mikroskop,
kemudian meletakkan mikroskop dimeja kerja dengan jarak sekitar satu telapak
tangan dari sisi meja.
4. Melakukan pengamatan menggunakan
mikroskop harus dimulai dengan perbesaran terkecil sampai perbesaran yang
terbesar.
5. Untuk mengubah perbesaran sebaiknya
memutar makrometer telebih dahulu sebelum memutar revolver, hal ini dimaksudkan
supaya revolver tidak mengenai kaca preparat yang telah dipasang pada meja
preparat.
6. Ketika meletakkan preparat pada meja
preparat hendaknya menjepit serata mungkin kaca preparat dengan penjepit yang terdapat
pada meja preparat, begitupun sebaliknya ketika melepas preparat hendaknya
melepaskan terlebih dahulu penjepit preparat sebelum mengangkat kaca preparat
dari meja preparat.
B. Saran
1.
Saran kepada praktikan
Disarankan
kepada praktikan selanjutnya agar lebih memahami lagi hal-hal dalam penggunaan
mikroskop , lebih teliti dalam melakukan penelitian dan melakukan penelitian
sesuai dengan prosedur kerja.
2.
Saran kepada asisten
Disarankan untuk
penelitian selanjutnya agar kiranya asisten pembimbing dapat memberikan arahan
yang lebih jelas kepada praktikan sebelum melakukan penelitian supaya
penelitian dapat berjalan lebih efektif dan hasil yang diperoleh lebih
maksimal.
3.
Saran kepada laboran
Disarankan untuk
penelitian selanjutnya agar kiranya laboran dapat menyediakan alat yang
diperlukan dalam penelitian, dan menyediakan laboratorium tempat penelitian
dalam keadaan steril dan bersih demi kenyamanan praktikan dalam proses
penelitian.
DAFTAR
PUSTAKA
Handika, wulan. 2013. Laporan praktikum biologi
mikrosop. Woensdag. (http://plus.google.com)
Sutarno,
nono. 2001. Biologi Umum Lanjutan 1. Makassar. Universitas terbuka.
Marthen. 2007. Mikroskop. http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_elektronMikroskop
elektron.
Tim
dosen pembimbing. 2013. Penuntun
praktikum biologi dasar. Makassar. Universitas Negeri Makassar.
Ariani, nur. 2013. Laporan biologi mikroskop.
Makassar. (http://plus.google.com)
Anonym,
2013. Mengenal lebih jauh bagian-bagian mikroskop. (http://plus.google.com),
Tidak ada komentar:
Posting Komentar