Sabtu, 20 September 2014

Laporan hasil praktikum Mikroskop


LEMBAR PENGESAHAN
Laporan lengkap praktikum biologi dasar dengan judul pengenalan dan penggunaan mikroskop, disusun oleh :
       Nama                                : Risnawati
       Nim                                  : 1312041009
       Kelompok                        : V
       Kelas                                : pendidikan fisika
Telah diperiksa/dikoreksi oleh asisten/koordinator asisten dan dinyatakan diterima

Makassar,    November 2013

Koordinator asisten                                                                 Asisten           



(Adi putra rahman)                                              (Anggra alfian)
Nim : 091414021                                                 Nim : 101404007


Mengetahui :
Dosen penanggung jawab



(Sitti saenab,S.pd M.pd)
Nip : 1981 0302 2009 12 2 003






BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang
       Biologi adalah ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran dan taksonominya. Ilmu biologi modern sangat luas dan elektrik, serta terdiri dari berbagai macam cabang dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian , sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi biasanya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yamg mendorong terciptanya  spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi dan mengubah energy serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil dan vital. Subdisiplin biologi didefinisikan berdasarkan skala organisme yang dipelajari, jenis organisme yang dipelajari, dan metode yang digunakan untuk mempelajarinya salah satunya adalah  biologi seluler meneliti satuan dasar semua kehidupan yaitu sel.
       Panca indera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas, karena itu dibutuhkan alat bantu untuk mengamati benda-benda yang ukurannya kecil atau mikroskopis. Salah satu alat yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang ukurannya mikroskopis disebut mikroskop. Mikroskop berasal dari kata micro : kecil dan scopium : penglihatan. Jadi mikroskop adalah sebuah alat untuk mengamati benda-benda yang mempunyai ukuran kecil. Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan daya pisah seseorang, sehingga memungkinkan untuk dapat mengamati obyek yang sangat halus. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang ukurannya mikropis. Karena mikroskop ini mempunyai lensa-lensa yang mampu memperbesar benda tersebut.
       Perkembangan ilmu pengetahuan terutama pada cabang mikrobiologi yang khusus mempelajari objek atau organisme dengan ukuran yang tak terdeteksi mata telanjamg atau mata normal metuntut kita untuk mampu menggunakan mikroskop. Berkenaan dengan hal tersebut diadakan percobaan yang bertujuan untuk menjadikan mahasiswa terampil dalam menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana dengan mengamati struktur jaringan pada daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis).
B.     Tujuan praktikum
Menjadikan mahasiswa terampil dalam menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana.




















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
       Mikroskop merupakan sebuah alat untuk melihat obyek atau benda-benda yang terlalu kecil sehingga tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah dilihat dengan mata. Mikroskop ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek, dimana sebelumnya sudah ada Robert Hook dan Marcello Malphgi yang mengadakan penelitian melalui lensa yang sederhana. Lalu Antony Van Leuwenhoek mengembangkan lensa sederhana itu menjadi lebih kompleks agar dapat mengamati protozoa, bakteri dan berbagai makhluk kecil lainnya.  Setelah itu, pada sekitar tahun 1600, Hanz dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang dikenal dengan mikroskop ganda yang lebih baik daripada mikroskop yang dibuat oleh Antony Van Leuwenhoek. Mikroskop berasal dari dua buah kata yaitu mikro yang artinya kecil dan dari kata scopium yang artinya adalah penglihatan. Mikroskop adalah suatu alat yang berada didalam laboratorium yang memberikan bayangan dari benda yang diperbesar hingga ukuran tertentu hingga dapat dilihat dengan mata. (Elok Nur Faiqoh : 2013).
       Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang ukurannya mikropis. Karena mikroskop ini mempunyai lensa-lensa yang mampu memperbesar benda tersebut. Pembesaran benda yang diamati menggunakan mikroskop  adalah  pembesaran  dari  lensa  okuler  x  pembesaran dari  lensa objektif.  Misalnya,  bila  diamati  menggunakan  lensa okuler  10 x dan lensa objektif 10 x maka benda yang diamati diperbesar 10 x 10 = 100 x. Mikroskop berasal dari bahasa Yunani,  yaitu mikro: kecil dan skopos = tujuan yang dapat.  Jadi  dapat  diartikan sebagai bahwa mikroskop adalah alat optik yang memiliki tujuan untuk mengamati  objek  yang berukuran kecil  atau  mikro.
       Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. sedangkan berdasarkan sistem pencahayaannya mikroskop menjadi dua yaitu miktroskop optik dan mikroskop non optik. (Wulan handika : 2013)
A.          Mikroskop Cahaya
       Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.
       Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari. Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir.
      Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Lensa kondensor, berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan difokus, sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal, dua benda akan tampak menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik.
      Mikroskop adalah alat optik untuk mengamati benda- benda yang sangat kecil, misalnya rambut, bakteri, dan selsehingga tampak jelas. Mikroskop sederhana terdiri daridua buah lensa positif (cembung). Lensa positif yang berdekatan dengan mata disebut lensa okuler. Lensa ini berfungsi sebagai lup. Lensa positif yang berdekatan dengan bendadisebut lensa objektif.Jarak titik api lensa objektiflebih kecil dari padajarak titik api lensa okuler. Bayangan yang dihasilkan bersifat nyata, diperbesar, dan terbalik. Bayangan ini akan menjadi bendabagi lensa okuler.
      Sifat bayangan yang yang dihasilkan lensa okulerini adalah maya, diperbesar, dan terbalik dari pertama. Bayangn ini merupakan bayangan akhir dari mikroskop yang kita lihat. Perkembangan Mikroskop Suatu objek yang diamati di bawah mikroskopdapat diabadikan dengan kamera. Biaasanya mikroskop majemuk yang mempunyai dua lensa okuler dilengkapiengan bagian lensa untuk kamera. Teknologi hasil karya manusia setiap waktu selalu mengalami perkembangan. sedangkan teknologi mikroskop elektron dapat menghasilakn perbesaran hingga 1.000.000 kali.
      Mikroskop cahaya dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) yang hanya mampu memperbesar benda dari sekitar 100-1000 kali, dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, nomarski dic dan konfokal) struktur mikroskop ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu: Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler. Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.pembesaran tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus:

sifat bayangan baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar ( Anonim :2013 ).
      Berdasarkan sistem pencahayaannya mikroskop dibagi menjadi dua yaitu mikroskop optikdan mikroskop bukan optik.
a. Mikroskop optik, yaitu mikroskop yang proses perbesaran benda menggunakan cahaya biasa (cahaya tampak). Jenis- jenis mikroskop optik antara lain mikroskop majemuk, mikroskop binokuler (dua lensa okuler), mikroskop binokuler stereoskopi yang menghasilkan gambar 3 dimensi, dan mikroskop ultraviolet.
b. Mikroskop bukan optik, yaitu mikroskop yang memperbesar benda dengan bantuan radiasi panjang gelombang sinar pendek.
B.        Mikroskop Stereo
      Mikroskop stereo merupakan jenis  mikroskop  yang  hanya  bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali. Komponen  utama  mikroskop  stereo hampir  sama  dengan mikroskop  cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler  dan lensa  obyektif. Beberapa perbedaan dengan  mikroskop cahaya  adalah:  (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo  jauh lebih tinggi dibandingkan dengan  mikroskop  cahaya  sehingga  kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati (Anonim : 20013)
       Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus (Anonim : 2013).
       Cara pencahayaan terhadap benda objek pada mikroskop yang memepergunakan dua lensa objektif (stereo) bebeda debgab cara pebcahayaan pada mikroskop-mikroskop yang menggunakan satu lensa objektif. Pada mikroskop yang mempergunakan satu  lensa objektif pencahayaan terhadap objek dilakukan dengan cra transmisi. Artinya cahaya ditembuskan atau dilewatkan pada benda objek. Cara ini hanya bisa dilakukan khusus untuk benda-benda objek yang tembus cahaya (transparan). Oleh karena itu benda-benda objek yang tebal harus disayat tipis hingga dapat ditembus cahaya. Sedangakan benda-benda objek yang tidak tembus cahaya atau tebal tidak bisa diamati dengan mikroskop demikian. (Drs. Nono Sutarno : 2001).
       Pada mikroskop stereo pencahyaan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara transmisi (transmitted illumination) dan refleksi (reflected illumination). Sedangkan untuk pencahayaan benda objek yang tidak tembus cahaya atau tebal dilakukan secar reflleksi. Pencahayaan demikian dilakukan dengan cara menyadari benda objek dari bagian atas atau samping sehingga benda tampak bersinar. Dengan pencahayaan demikian bayangan lekukan-lekukan atau garis-garis bemda objek akan terlihat meruang pada kedua lensa okuler. Karena pencahayaan dapat dilakukan dengan cara transmisi dan refleksi maka penggunaan mikroskop sangat luas. Berbagai benda objek yang transparan atau tidak,cair atau padat tipis atau tebal dapat diamati dengan menggunakan mikroskop stereo  (Drs. Nono Sutarno : 2001).
      Keuntungan dengan menggunakan mikroskop stereo kontur dan profil benda akan terlihat dengan jelas sehingga berbentuk tiga dimensi dan tidak terbalik. Peneliti dapat melakukan pengmatan sambil menggerak-gerakkan atau memutar benda objek. Dengan demikian peneliti dapat mengamati benda objek dari berbagai sisi. Karena sifat bayangan yang terbentuk, mikroskop stereo sangat membantu dalam proses pembedahan spesimen. Sehingga peneliti dapat melakukan pembedahan smbil mengamati secara teliti. Oleh karena itu mikroskop stereo sering juga disebut mikroskop bedah (Drs. Nono Sutarno : 2001).
       Seperti halnya dengan jenis mikroskop lainnya, mikroskop stereo juga berkembang dari yang sederhana hingga yang lebih lengkap. Pada awalnya mikroskop stereo menggunakan pencahayaan dengan bantuan sinar matahari atau sinar lampu. Sinar untuk transmisi (ditembuskan pada benda) diterima dan dipantulkan ke benda objek dengan menggunakan cermin yang ada dibagian atas. Sedangkan sinar untuk refleksi langsung mengenai benda objek. Oleh karena itu dengan menggunakan mikroskop stereo yang sederhana harus dilakukan ditempat yang terang. Perkembangan lebih lanjut dari mikroskop stereo menuntut keleluasaan dalam penggunaan sehingga dapat dipergunakan di berbagai tempat. Oleh karena itu saat ini banyak banyak mikroskop stereo yang dilengkapi dengan sumber pencahayaan sendiri untuk transmisi, refleksi atau keduanya. (Drs. Nono Sutarno : 2001).
C.     Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya. Sebagai gambaran mengenai mikroskop elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini (Anonim : 2013)
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel Jenis-jenis mikroskop elektro, adalah dijelaskan sebagai berikut:
a.        Mikroskop transmisi elektron (TEM)
Mikroskop transmisi elektron (Transmission electron microscope-TEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang cara kerjanya mirip dengan cara kerja proyektor slide, di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar sel;
b.      Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)adalah merupakan salah satu tipe yang merupakan hasil pengembangan dari mikroskop transmisi elektron (TEM). Pada sistem STEM ini, electron menembus spesimen namun sebagaimana halnya dengan cara kerja SEM membentuk gambar seperti yang dihasilkan oleh CRT pada televisi / monitor;
c.       Mikroskop pemindai elektron (SEM)
Mikroskop pemindai elektron (SEM) yang digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur jasad renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi. Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung, yaitu lensa obyektif (tetap/tidak dapat digeser) dan okuler atau dapat digeser, dan berfungsi sebagai lup. (Anonim : 2013)
       Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf a di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf a yang terbalik dan diperbesar. (Anonim : 2013)
     


BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada
Hari/tanggal                            : Senin, 18 November 2013
Waktu                                     : pukul 14.00 – 15.15 WITA
Tempat                                   : Laboratorium Biologi (green house) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar.
B.     Alat dan bahan
1.      Alat yang disediakan oleh laboratorium :
a.       1 buah mikroskop biologi
b.      1 buah  kaca preparat
2.      Alat yang disediakan oleh praktikan :
a.        1 buah pinset
b.       1 buah silet
c.        1 buah lab halus
d.      Alat tulis menulis
3.      Adapun bahan yang digunakan adalah :
Daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
C.     Prosedur kerja
1.      Menyiapkan mikroskop
a.       Meletakkan mikroskop diatas meja kerja sekitar satu telapak tangan dari sisi meja;
b.      Membersihkan badan mikroskop dengan lap yang telah disediakan;
c.       Membersihkan kaca preparat yang akan digunakan;
2.      Mengatur masuknya cahaya
a.     Memperhatikan keadaan ruang praktikum, darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan, kri, atau kanan). Mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut. Membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Mikroskop tanpa kondensor diatur posisinya mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin cekung.
b.      Mengatur posisi revolver sehungga lensa objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik;
c.       Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal;
d.      Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan, maka nampak medan bundar putih. ketika terangnya  tidak merata; menggerakkan sedikit cermin sampai terangnya merata. Ketika silau, mempersempit diafragma atau lubang pada lempeng. Saat medan pandang masih kabur, membuka diafragma dan menggunakan lubang lebih besar pada lempeng;
3.      Membuat preparat sederhana
a.       Mengambil kaca benda yang telah dibersihkan, memegang serata mungkin;
b.      Mengiris daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis) setipis mungkin;
c.       Melatakkan irisan daun tersebut diatas kaca preparat dengan menggunakan pinset;
d.      Memasang preparat yang telah dibuat pada meja preparat dan menjepitnya dengan penjepit preparat;
4.      Cara mengatur jarak lensa dengan sediaan
a.     Memutar pengatur kasar atau makrometer kearah empu jari, tubus turun, jarak objektif dengan meja sediaan mengecil.
b.    Memperhatikan jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm. jika jarak itu besar, putar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai maksimum  5-10 mm;
c.  Meneropong lewat okuler sambil tangan memutar makrometer dengan menaikkan tubus perlahan-lahan. Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan.
d.      Memeriksa pembesaran bayangan pada okuler dan objektif;
e.       Preparat dikeluarkan setelah melakukan pengamatan.
5.      Mengamati perbesaran
a.   Mengamati bayangan yang nampak pada kaca preparat tanpa menyentuh posisi preparat atau tubus;
b.      Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan sampai terdengar bunyi klik;
c.       Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan yang diamati;
d.      Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar, menaikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari. Putar kembali revolver untuk mendapatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula;
e.       Pada akhir kegiatan, dilakukan hal-hal berikut :
1)   Mengeluarkan kaca preparat dari meja preparat;
2)  Membersihkan badan mikroskop degan kain, menurunkan tubus serendah mungkin;
3)  Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap;
4) Mengembalikan mikroskop, dan menyimpan sendiri peralatan yang dibawa untuk kegiatan berikutnya;
5)  Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil pengamatan
Gambar
Keterangan
a.       Mikroskop
1.      lensa okuler
2.      tabung mikroskop
3.      lensa objektif
4.      kondensor
5.      diafragma
6.      cermin
7.      kaki mikroskop
8.      sendi inklinasi
9.      pegangan sediaan
10.  meja preparat
11.  lengan mikroskop
12.  sekrup pengarah halus
13.  sekrup pengarah kasar









b.      hasil pengamatan











Hibiscus rosasinensis
(Daun kembang sepatu)

B.     Pembahasan
1.      Mikroskop merupakan sebuah alat untuk melihat obyek atau benda-benda yang terlalu kecil dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah dilihat dengan mata. Mikroskop ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek, dimana sebelumnya sudah ada Robert Hook dan Marcello Malphgi yang mengadakan penelitian melalui lensa yang sederhana.
a.       Bagian-bagian mikroskop
1)      Lensa okuler, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif.
2)      Lensa objektif, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati,lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif. 
3) Tabung mikroskop (tubus), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler. 
4)  Makrometer (pemutar kasar), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
5)   Mickometer (pemutar halus), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
6) Revolver, berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya. 
7)   Reflektor, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya. 
8)      Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk. 
9)  Kondensor, berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan. 
10)  Meja mikroskop, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati. 
11)  Penjept kaca, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
12)  Lengan mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
13)  Kaki mikroskop, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
14)  Sendi inklinasi (pengatur susut), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop
b.      Cara menggunakan mikroskop
       Hal yang pertama dilakukan ketika hendak melakukan penelitian menggunakan mikroskop adalah mengambil mikroskop dengan cara memegang pegangan mikroskop menggunakan tangan yang paling kuat, dan tangan yang satunya menyangga mikroskop tepat dibawah kaki mikroskop. Selanjutnya meletakkan mikroskop diatas meja kerja dengan jarak sekitar satu telapak tangan dari sisi meja. setelah itu, mikroskop diarahkan kesumber cahaya lalu memutar revolver pada perbesaran yang terkecil sampi terdengar bunyi klik. Kemudian mencari sinar dengan cermin yang berada dibawah meja kerja, jika penelitian dilakukan ditempat yang terang maka digunakan bagian cermin yang datar, sebaliknya jika penelitian dilakukan diruangan yang kurang cahaya maka digunakan cermin yang cekung. Setelah itu, meneropong pada lensa okuler dan akan tampak bayangan putih bersih, hal ini menunjukkan bahwa mikroskop sudah siap digunakan untuk mengamati banda yang menjadi objek penelitian.
       Langkah selanjutnya adalah membuat preparat yang akan diamati. Preparat yang diamati dalam penelitian ini adalah daun kembang sepatu (hibiscus rosasinensis). Hal pertama yang dilakukan dalam pembuatan preparat adalah membuat irisan daun setipis mungkin. Setelah itu, irisan daun tersebut diletakkan pada kaca preparat yang telah dibersihkan terlebih dahulu menggunakan pinset. Kemudian meletakkan kaca preparat pada meja preparat lalu menjepitnya menggunakan penjepit preparat. Setelah posisi preparat telah berada tepat dibawah lensa objektif, maka penelitan telah siap dilakukan.
      Setelah semua persiapan telah dilakukan maka langkah selanjutnya adalah mengamati preparat. Dalam pengamatan ini, langkah pertama dilakukan adalah mengamati bayangan yang nampak pada kaca preparat tanpa menyentuh posisi preparat atu tubus, lalu memutar sedemikian rupa lensa objektif mulai dari lensa objektif yamg paling kecil sampai terdengar bunyi klik, kemudian meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan yang diamati. Jika pada lensa objektif yang terkecil tidak muncul bayangan yang lebih besar, selanjutnya menaikkan tubus dengan memutar makrometer keatas, lalu memutar kembali revolver untuk mendapatkan posisi lensa objektif terbesar. Setelah selesai melakukan pengamatan,maka langkah terakhir yang dilakukan adalah membuka kaca preparat dari meja preparat lalu membersihkannya kemudian mengembalikan mikroskop kepada laboran.
c.       Prinsip kerja mikroskop
1)      Cara mengangkat mikroskop yakni memegang pegangan mikroskop dengan tangan yang paling kuat, sementara tangan yang satunya menyangga mikroskop tepat dibawah kaki mikrosop.
2)      Cara meletakkan mikroskop yakni diletakkan dengan perlahan-lahan pada jarak sekitar satu telapak tangan dari sisi meja kerja.
3)      Cara mengatur cahaya pada mikroskop yakni mengarahkan cermin yang terdapat dibawah meja preparat kearah datangnya cahaya, dan menggunakan cermin cekung jika cahaya pada ruang penelitian agak kurang, sebaliknya jika cahaya pada ruang penelitian sudah cukup, maka digunakan cermin yang datar.
4)      Cara pengambilan bayangan pada mikroskop yakni dimulai pada lensa objektif dengan perbesaran terkecil, kemudian mengatur sedemikian rupa makrometer maupun mikrometer sampai diperoleh bayangan benda yang diamati sesuai dengan yang diinginkan, jika pada perbesran terkecil, belum bisa terlihat bayangan sesuai yang diharapakan maka gunakan perbesaran yang kedua sampai perbesaran yang terbesar.
2.      Hasil pengamatan
       Dari hasil pengamatan menggunakan mikroskop biologi diperoleh bayangan pada perbesaran 4 x 10. Preparat yang diamati adalah irisan daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis), tanaman semak suku Malvaceae. melalui mikroskop biologi dengan perbesaran objektif terkecil nampak bagian jaringan pada daun berbentuk bulatan-bulatan kecil. Pencahayaan dalam proses pengambilan bayangan tersebut dilakukan dengan mengarahkan cermin pada arah cahaya matahari, dengan menggunakan cermin cekung. Pada hasil pengamatan ditampilkan gambar hasil pengamatan pada perbesaran 4 x 10, hal ini dikarenakan pada saat proses pengamatan, pada perbesaran yang lebih besar bayangan yang kurang jelas.
 
BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa ;
1. Mikroskop merupakan alat optik yang digunakan untuk mengamati atau melihat benda-benda yang berukuran kecil dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.
2.  Bagian-bagian mikroskop terdiri dari : lensa okuler, lensa objektif, tabung mikroskop (tabung), makrometer (pemutar kasar), mikrometer (pemutar halus), revolver, reflektor, diafragma, kondensor, meja mikroskop, penjepit kaca, lengan mikroskop, kaki mikroskop dan sendi inklinasi.
3. Cara menggunakan mikroskop yang baik dimulai dengan mengangkat mikroskop menggunakan tangan yang paling kuat kemudian tangan yang satunya menahan mikroskop tepat dibawah kaki mikroskop, kemudian meletakkan mikroskop dimeja kerja dengan jarak sekitar satu telapak tangan dari sisi meja.
4.  Melakukan pengamatan menggunakan mikroskop harus dimulai dengan perbesaran terkecil sampai perbesaran yang terbesar.
5. Untuk mengubah perbesaran sebaiknya memutar makrometer telebih dahulu sebelum memutar revolver, hal ini dimaksudkan supaya revolver tidak mengenai kaca preparat yang telah dipasang pada meja preparat.
6.   Ketika meletakkan preparat pada meja preparat hendaknya menjepit serata mungkin kaca preparat dengan penjepit yang terdapat pada meja preparat, begitupun sebaliknya ketika melepas preparat hendaknya melepaskan terlebih dahulu penjepit preparat sebelum mengangkat kaca preparat dari meja preparat.
B.     Saran
1.      Saran kepada praktikan
Disarankan kepada praktikan selanjutnya agar lebih memahami lagi hal-hal dalam penggunaan mikroskop , lebih teliti dalam melakukan penelitian dan melakukan penelitian sesuai dengan prosedur kerja.
2.      Saran kepada asisten
Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar kiranya asisten pembimbing dapat memberikan arahan yang lebih jelas kepada praktikan sebelum melakukan penelitian supaya penelitian dapat berjalan lebih efektif dan hasil yang diperoleh lebih maksimal.
3.      Saran kepada laboran
Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar kiranya laboran dapat menyediakan alat yang diperlukan dalam penelitian, dan menyediakan laboratorium tempat penelitian dalam keadaan steril dan bersih demi kenyamanan praktikan dalam proses penelitian.


DAFTAR PUSTAKA
Faiiqoh ,ellok. 2013. Laporan praktikum mikroskop. Jember (http://www.unej.ac.id/index php/id/)
Handika, wulan. 2013. Laporan praktikum biologi mikrosop. Woensdag. (http://plus.google.com)
Sutarno, nono.  2001. Biologi Umum Lanjutan 1. Makassar. Universitas terbuka.
Anonym, 2013. Asal usul sejarah mikroskop. (http://www.kaskus.us/showthread.php).
Marthen.  2007. Mikroskop. http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_elektronMikroskop elektron.
Tim dosen pembimbing. 2013. Penuntun praktikum biologi dasar. Makassar. Universitas Negeri Makassar.
Ariani, nur. 2013. Laporan biologi mikroskop. Makassar. (http://plus.google.com)
Anonym, 2013. Mengenal lebih jauh bagian-bagian mikroskop. (http://plus.google.com),







Tidak ada komentar:

Posting Komentar